Netbook selama ini menjadi komputer jinjing yang paling fenomenal. Tapi kedudukan netbook akan terancam dengan kehadiran pesaing yang lebih pintar. Smartbook dengan chip Qualcomm bisa menggusur metbook di masa datang
Raksasa pembuat perangkat komunikasi wireless Qualcomm akan menguji coba gadget baru yang di sebut smartbook. Perangkat ini menggunakan chipset perusahaan itu yang disebut Snapdragon.
Smartbook diposisikan sebagai jembatan antara smartphone dan netbook. Smartbook membawa fitur populer yang ada di smartphone ke dalam gadget yang lebih besar. Sama seperti smartphone, smartbook menyediakan akses ke internet melalui jaringan selular.
Gadget ini akan menyala dengan sekejap, dan baterainya mampu bertahan hingga 10 jam sekali charge. Produk ini sedikit berbeda dari netbook yang konektifitasnya melalui WI-FI didukung CPU lebih kuat tapi daya tahan baterainya kurang.
Smartbook ukuran besar akan memiliki desain sama seperti notebook. Sementara yang lebih kecil akan mirip tablet layar sentuh atau perangkat mobile internet. Smartbook beda dengan smartphone yang bisanya memiliki layar maksimum 3,5 inci. Sementara smartbook memiliki layar 5 inci hingga 12 inci.
Sejauh ini sudah 15 vendor termasuk Acer, Samsung, LG, HTC dan Asus yang komitmen akan mengembangkan smartphone atau smartbook Snapdragon. Qualcomm menyebut akan ada 30 produk Snapdragon akhir tahun ini. Sebagai produsen chip utama untuk ponsel, Qualcomm secara alamiah akan diasosiasikan dengan smartphone dan bukan netbook yang didominasi Intel. Qualcomm yakin, konsumen akan tertarik dengan penawaran baru itu.
Salah satu Smartbook
"Smartbook mewakili langkah lebih maju dibandingkan fungsionalitas smartphone, orang yang suka kemampuan e-mail BlackBerry akan tertarik dengan layar yang lebih besar dan mendapat keuntungan dari Smartbook yang selalu terkoneksi," kata Bill Davidson, Vice President Senior Global Marketing Quallcomm.
Netbook kata Davidson, sebagai kebalikannya adalah perangkat notebook yang turun derajat, sehingga apresiasi konsumen terhadap produk itu negatif. Selain itu berkat konservasi teknologi yang diusungnya, smartbook tidak membutuhkan kipas pendingin.
Hasilnya bisa ditebak, desain smartbook menjadi lebih ramping dan lebih indah. Kebanyakan smartbook akan memiliki berat kurang dari satu kilo dan ketebalannya kurang dari 20 milimeter. Lalu apakah smartbook akan bisa meraih sukses dengan mudah? Analis mengingatkan perangkat itu masih harus melewati jalan berliku mendapatkan pembeli. Pada saat ini konsumen kebanyakan hanya membawa dua hingga tiga gadget yaitu ponsel, laptop/netbook serta pemutar multimedia.
Michael Gartenberg, vice presiden perusahaan peneliti pasar Interpret mengatakan mengganti salah satu atau meyakinkan konsumen agar menambah satu perangkat lagi adalah proses pemasaran yang sulit. Bahkan hal itu sulit dilakukan oleh pemain besar termasuk Microsoft atau Nokia.
Rob Enderle dari Enderle Group mengatakan smartbook akan mirip dengan smartphone, butuh subsidi dan toko aplikasi agar bisa sukses. "Di zaman komputasi jaringan sekarang pendukung yang ada di belakang adalah penting. Qualcomm akan memerlukan solusi yang komplit, hardware, software, serta layanan online agar smartbook mampu mengatasi netbook tradisonal," katanya.
Customer Relationship Management (CRM), merupakan metode yang digunakan suatu perusahaan untuk meningkatkan hubungan antara perusahaan dengan para customernya. Pada platform Linux, sudah terdapat beberapa aplikasi CRM yang berlisensi open source. Salah satu yang menarik untuk digunakan adalah SugarCRM.
SugarCRM merupakan paket aplikasi CRM yang dibuat berbasiskan platform LAMP. Aplikasi ini tersedia sebagai open source software dan proprietary software. Khusus untuk SugarCRM open source, dibagi lagi ke dalam dua jenis lisensi, yakni SugarCRM Public License, dan Microsoft Shared Source License.
Beberapa fitur yang dimiliki SugarCRM, antara lain memiliki banyak fungsi yang berhubungan dengan CRM seperti (Account, Activities, Leads, dan Opportunities), internasionalisasi, home page yang dapat di konfigurasi, forum, studio, memiliki beberapa pilihan themes, dapat menggabungkan duplikasi record, plugin untuk active directory authentification, upgrade wizard, mendukung penggunaan database MySQL dan MS SQL, dan memiliki fitur pencarian secara global.
Pada halaman utama SugarCRM, terdapat sejumlah submenu utama, seperti Home, MyPortal, Calendar, Activities, Contact, Account, Leads, Cases, Bug Tracker, Documents, Projects, Email, Campaign, RSS, dan Dashboard. Untuk pemahaman dasar mengenai cara penggunaan modul pada SugarCRM, Anda dapat membaca dokumen User Guide dan Administration Guide yang telah disediakan oleh pihak SugarCRM.
Mungkin sampai sekarang masih banyak dari antara kita masih bingung dalam memilih distribusi Linux. banyak yang berpendapat bahwa masing-masing distribusi sebenarnya sama satu dengan yang lain. Pada dasarnya memang ya, tapi jika berbicara tentang penggunaan sehari-hari maka mereka tidaklah sama. Mengapa Anda lebih memilih Debian dibanding Fedora atau Ubuntu dibanding Mandriva? Mari kita cari tahu
Hirarki Direktori
Ini merupakan salah satu hal yang selalu membingungkan. Harusnya ada suatu standar yang menjadi pegangan semua distribusi. Namun, kenyataannya adalah tidak ada. Sebagai contoh misalnya sistem init (sistem inisialisasi). Pada sistem Fedora dan turunannya. Anda akan menemukannya di /etc/init.d. Namun, Anda tetap harus punya standar sendiri. Pada waktu pindah dari Fedora ke Ubuntu misalnya, kita butuh waktu untuk mengetikkan perintah dari /etc/rc.d/init.d/mysql start menjadi /etc/init.d/mysql start. Jika Anda sudah terbiasa dengan satu distribusi, janganlah pindah atau siap-siap saja menghadapi beberapa error "command not found".
Desktop
Linux mempunyai beberapa pilihan desktop. Pastikan Anda memilih distribusi dengan desktop yang diinginkan. Jika ingin GNOME, gunakan Fedora. Anda bisa melihat daftar distribusi yang menggunakan GNOME sebagai default di http://www.gnome.org/~davyd/footware.shtml. Jika ingin KDE, lihat daftar distribusi yang menggunakan KDE sebagai KDE sebagai default di http://www.kde.org/download/distributions.php. Tentu saja, pilihannya tidak hanya GNOME atau KDE. Salah satu desktop alternatif yang popular adalah Enlightment. Beberapa distribusi yang menggunakan Enlightment sebagai default adalah Elive dan gOS.
Meskipun Anda bisa menginstalasi dekstop pilihan Anda sendiri, prosesnya tidaklah semudah yang dikira. Jika Anda tidak mau pusing memikirkan dependencies atau repositories yang perlu ditambahkan untuk mengistalasi KDE yang terbaru, Anda pilih saja distribusi yang menggunakan desktop tersebut sebagai default-nya.
Sekuriti
Linux merupakan salah satu OS paling aman, meskipun tidak semua distribusi dibuat sama amannya. Ada distribusi yang difokuskan ke sekuriti, seperti Trustix, yang diklaim sebagai distribusi Linux paling aman. Namun, distribusi Linux yang paling aman sebenarnya adalah distribusi yang dikonfigurasi dengan baik. Tetapi, jika Anda ingin solusi sekuriti "Instan", distribusi yang bisa digunakan adalah Trustix, Engarde Linux, dan Bastile Linux.
Maksud Penggunaan
Kita semua tidak sama dalam menggunakan komputer. Beberapa butuh multimedia. beberapa butuh server. beberapa butuh development. Beberapa butuh workstation biasa untuk mengetik dan browsing internet. Untungnya ada distribusi Linux untuk setiap kebutuhan. Ada yang butuh server? Coba Ubuntu Server Edition. Apakah Anda bermain multimedia? Jika ya, coba SmartCom Multimedia Edition. Jika Anda adalah user biasa (office suite, e-mail, web), bisa memilih semua distribusi.
Penggunaan Laptop
Selain harus menangani wireless dan video card, Anda juga harus berharap bahwa laptop Anda akan bisa melakukan hibernation, ini merupakan salah satu hal yang rumit. Supaya laptop bisa suspend atau hibernate itu bergantung kepada apakah laptop Anda cocok dengan distribusi yang digunakan. Taruhan terbaik adalah mencari di Google dengan memasukkan pabrikan dan model laptop Anda serta kata kunci "linux suspend" untuk mencari distribusi yang paling cocok untuk laptop Anda.
Wireless pada laptop Anda akan menjadi proses yang menantang. Namun, ada tip untuk membantu Anda : Jangan lupakan tool Exalt dan segera ke WICD (http://www.wicd.sourceforge.net/). Tool ini jauh lebih baik dalam menangani berbagai bentuk otentifikasi wireless.
Instalasi
Jika benar-benar ingin menggunakan Linux, Anda punya dua pilihan, yaitu mencari vendor yang menjual mesin dengan Linux yang sudah terinstalasi di dalamnya atau menginstalasinya sendiri. Jika Anda belum pernah menginstalasi operating system, janganlah resah, itu tidak sulit. Memang akan butuh waktu, tapi hampir semua distribusi Linux modern sudah mempunyai instalasi dengan GUI sehingga Anda tinggal tunjuk dan klik. Dan Linux juga selangkah lebih maju dari kompetitornya dengan hadir dalam bentuk Live CD.
Anda bisa memasukkannya ke dalam mesin, boot dari situ, dan mencoba Linux tanpa harus menginstalasi apapun. Linux dalam bentuk Live CD berjalan lebih lambat dibandingkan dengan yang diinstalasi pada harddisk (dan itu akan bergantung kepada pada jumlah RAM yang dipunyai mesin Anda), tapi Anda bisa mendapatkan gambaran bagaimana reaksinya terhadap hardware Anda (dan bagaimana reaksi Anda terhadap Linux itu sendiri).
Ada distribusi yang proses instalasinya lebih baik dibanding yang lain, tapi bukan itu yang menjadi masalah sekarang. Secara pribadi, kami lebih menyukai Ubuntu dan Fedora dibanding yang lain, karena proses instalsinya jauh lebih intuitif dan user friendly.
Jika Anda tidak ingin melakukan instalasi, cari saja vendor yang menjual Linux yang sudah terinstalasi. Anda bisa menunjungi online dealer seperti Haelett Packard (http://h71028.www7.hp.com/enterprise/cache/321116-0-0-0-121.html), Dell (http://www.dell.com/content/default.aspx?c=us&l=en&s=gen&~ck=bt), dan lainnya. Ini supaya Anda tidak harus pindah-pindah distribusi untuk mengetahui mana yang akan mendukung hardware Anda.
Komunitas
Aspek ini hanya diketahui dan dipahami oleh orang tertentu, tapi tetap tidak boleh kita lewatkan. Linux lebih dari sekedar operating system. Linux, mempunyai hubungan darah dengan Apple, yaitu komunitas. Linux adalah tentang kebebasan dan komunitas menganut hal itu beberapa malah lebih dibanding yang lain. Jadi jika komunitas penting bagi Anda, maka Ubuntu adalah distribusi yang cocok untuk Anda. Jika tidak, Anda bisa ke yang lebih korporat yaitu Red Hat, di mana Anda akan mendapatkan customer service dan support.
Hal ini membawa kita ke isu yang berhubungan, yaitu support. Ada banyak bentuk support. Setiap distribusi mempunyai mailing list sendiri, di mana Anda bisa berhubungan dengan ratusan (atau ribuan) user dari berbagai tingkat pengalaman. Jika Anda termasuk orang yang suka melakukan sesuatunya sendiri (DIY - Do it Yourself), support semacam ini cocok untuk Anda. Dan ini free! Jika Anda bukan termasuk DIY, harus tetap menggunakan SuSE (yang unggul karena dukungan Novell) atau Red Hat, di mana Anda bisa membeli paket support lengkap untuk instalasi Anda.
Jika memilih distribusi yang lebih digerakkan oleh komunitas, Anda akan berada di tangan yang lebih baik. Kadang mungkin Anda akan lebih merasa puas jika dapat berbicara secara langsung dengan pengembang aplikasi yang bersangkutan. Bila melakukan hal tersebut dengan Microsoft dan Apple bukanlah hal yang mudah. Dengan Linux, Anda tidak akan pernah tahu. Bukan tidak mungkin ketika Anda sedang mencari informasi tentang kernel Linux Anda berbicara dengan pencipta Linux, yaitu Linus Torvalds itu sendiri.